Judul: Ketika Laut Kehilangan Suaranya
Penulis: Aflizar; Perdina I.; Saifullah, PM.; Fazez, ZM.
Penerbit: Arta Media Nusantara
Sinopsis:
Laut selalu memiliki cara untuk berbicara—melalui debur ombak, angin yang membawa aroma asin, nyanyian nelayan, dan kehidupan yang tumbuh di kedalamannya. Namun, bagaimana jika suatu hari laut perlahan kehilangan suaranya?
Di sebuah wilayah pesisir yang dahulu subur dan penuh harapan, perubahan datang membawa janji kemajuan. Pelabuhan diperluas, industri berkembang, dan eksploitasi sumber daya laut dilakukan tanpa henti. Di balik pembangunan itu, nelayan mulai kehilangan tangkapan, terumbu karang rusak, pantai terkikis, dan kehidupan masyarakat pesisir berubah secara perlahan namun pasti.
Di tengah kenyataan tersebut, beberapa orang memilih untuk bertahan. Mereka menghadapi tekanan, kehilangan, dan dilema antara kebutuhan hidup, kekuasaan, dan tanggung jawab terhadap alam yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka. Ketika suara-suara yang membela laut mulai dibungkam, mereka harus menentukan apakah akan diam atau memperjuangkan sesuatu yang mungkin tidak lagi dapat dipulihkan sepenuhnya.
Ketika Laut Kehilangan Suaranya adalah novel tentang hubungan manusia dengan alam, tentang keserakahan yang mengikis ruang hidup, tentang keberanian yang lahir dari keterdesakan, dan tentang harapan yang tetap bertahan di tengah kerusakan. Melalui kisah yang menyentuh dan penuh refleksi, novel ini mengajak pembaca menyelami kehidupan masyarakat pesisir sekaligus merenungkan harga yang harus dibayar ketika laut diperlakukan hanya sebagai komoditas.
Lebih dari sekadar cerita tentang lingkungan, novel ini adalah kisah tentang cinta, kehilangan, solidaritas, dan pilihan-pilihan yang membentuk masa depan manusia. Sebab ketika laut kehilangan suaranya, yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan adalah suara hati kita sendiri.
Cetakan Pertama: Agustus 2026





Reviews
There are no reviews yet.