Merawat Hatam, Merawat Identitas
Penulis
Belghita Sonei Risia Yenusi & Yusuf W. Sawaki
Sinopsis
B uku ini berjudul “Merawat Hatam, Merawat Identitas: Sebuah Kajian Sosiolinguistik dan Folklor Suku Hatam di Kampung Muari” merupakan sebuah karya yang mendalam dan komprehensif tentang dinamika bahasa dan budaya masyarakat Suku Hatam di Kampung Muari, Papua Barat. Penulis, Belghita Sonei Risia Yenusi dan Yusuf W Sawaki, mengkaji secara holistik bagaimana bahasa Hatam menghadapi tantangan pergeseran dan keberlangsungan di tengah pengaruh bahasa Melayu Papua dan Bahasa Indonesia. Dalam konteks sosiolinguistik, buku ini mengungkap pola pemilihan bahasa yang dipengaruhi oleh domain sosial, hubungan antar anggota masyarakat, dan faktor prestise. Bahasa Hatam, yang merupakan bahasa asli dan simbol identitas budaya, semakin tersisih dari kehidupan sehari-hari, terutama di ranah formal dan pendidikan, menggantikan posisinya oleh Melayu Papua dan Bahasa Indonesia. Meski demikian, folklor dan cerita rakyat tetap menjadi saluran penting dalam menanamkan nilai-nilai adat, moral, dan kearifan leluhur sebagai mekanisme mempertahankan identitas budaya.
Selain itu, buku ini menampilkan tiga cerita rakyat utama yang merepresentasikan kekayaan budaya Suku Hatam: “Tuai dan Api Pembatas”, “Asos Nguak”, dan “Ketika Laut Naik ke Darat: War Saroy”. Ketiga cerita ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penanaman nilai moral, adat, kepercayaan, dan hubungan manusia dengan alam. Melalui narasi ini, penulis menegaskan bahwa pelestarian bahasa dan budaya harus dilakukan secara berkesinambungan dan strategis, dengan memperhatikan aspek edukatif, adat, dan spiritual Secara metodologis, kajian ini menggabungkan pendekatan kualitatif, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat setempat. Buku ini tidak hanya berkontribusi secara akademis dalam bidang sosiolinguistik dan folkloristik Indonesia Timur, nur, tetapi juga menjadi panggilan kolektif untuk menjaga dan merawat kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.
Dengan demikian, buku ini menjadi sumber penting dalam upaya tarian bahasa dan budaya serta senagai pengingat akan pentingnya pelestarian peran folklor dan bahasa ibu sebagai penopang identitas budaya, di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi.
Cetakan Pertama : November 2025





Reviews
There are no reviews yet.