Arta Media

Apa Topengmu Hari Ini? (Ilustrasi Hidup dalam Kepura-puraan vs Kepura-puraan untuk Tetap Hidup)

Category:

Apa Topengmu Hari Ini? (Ilustrasi Hidup dalam Kepura-puraan vs Kepura-puraan untuk Tetap Hidup)

Penulis

Arfan Johan Wihananto

Sinopsis

“Buka dulu topengmu, biar ku lihat warnamu, kan ku lihat warnamu”, mengutip lirik “Topeng”, sebagai ilustrasi sisi gelap dan terang pribadi manusia, tidak hanya fisik, tapi juga perilaku, emosi, bahkan identitas untuk memenuhi ekspektasi. Topeng menyembunyikan diri dari penilaian, ketakutan, penolakan dan melindungi dari hitam-putih lembaran kehidupan, terpisah oleh segaris tipis imajiner, hingga akal dan pikiran rasional sering tak kuasa meyakini kebenaran sejati dan kepalsuan abadi. Ibarat pion-pion di papan catur, jalan hidup manusia telah digariskan, dari raja hingga rakyat jelata, sebagai pemenang atau pecundang, jadi pahlawan atau sekedar korban. Sebagian berjalan lurus dan istiqomah, yang lain harus berjuang untuk kembali ke jalur yang terang, namun tidak sedikit yang terseleksi alam, hilang ditelan kejamnya kehidupan. Kebesaran Tuhan YME, yang menciptakan manusia dengan wujud dan karakter sempurna, meski kadang kelakuanya lebih brengsek dari makhluk yang tercipta tanpa akal dan pikiran. Setiap hari jutaan wajah dan kepribadian turut meramaikan romansa kehidupan baik sebagai individu, bagian dari kelompok masyarakat maupun komunitas golongan. Berbagai wujud muka berkamuflase, memakai topeng dan sesuai skenarionya memainkan peran. Interaksi antar individu adalah sebuah keniscayaan, yang tidak jarang memunculkan konflik dan gesekan, hingga berujung pada carut-marutnya kehidupan manusia, rusaknya ekosistem bumi dengan segala isinya dan hancurnya peradaban. Dunia menjadi panggung sandiwara tanpa sutradara, ada yang tulus-ikhlas mengabdi sebagai hamba Tuhan, sebagian tertanam dalam lembah hitam dan menjadi budak nafsu dunia secara transparan, yang lain mencari aman dan menikmati hidup dalam kepura-puraan. Jalan takdir memang telah ditentukan, meski tidak semua terlihat menyenangkan, bahkan penuh dengan rintangan, Tapi hidup selalu ada pilihan, mengikuti keyakinan ajaran Tuhan atau mendengar bisikan setan. Kepentingan untuk mempertahankan eksistensi diri menjadi alasan dibalik semua keputusan, selalu ada pro-kontra, strategi, intrik, tipu daya dan kepura-puraan serta topeng-topeng yang menyelimuti diri demi keberhasilan untuk mencapai tujuan. Refleksi diri untuk berani melepas topeng dan menerima sosok diri yang sempurna dengan segala kekurangan sebagai pribadi yang otentik adalah sebuah anugerah sekaligus tantangan.

Cetakan Pertama : Mei 2025

 

 

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Apa Topengmu Hari Ini? (Ilustrasi Hidup dalam Kepura-puraan vs Kepura-puraan untuk Tetap Hidup)”
Scroll to Top